Bengkulu aktualclick.com – Potensi kopi Bengkulu terus menanjak. Sejumlah UMKM kopi di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong kini mulai menembus pasar ekspor ke Italia. Digitalisasi dan pelatihan dari Bank Indonesia disebut menjadi kunci agar UMKM lokal berdaya saing global.

Salah satunya adalah Kedai Kopi Bukit Kaba milik Riko Pratama, 32. Dari awalnya hanya menjual 5 kg biji kopi per minggu di pasar tradisional, kini ia mampu mengekspor 1 ton per bulan.
“Kami belajar packaging, branding, sampai pembayaran digital pas pelatihan BI September lalu. Ternyata pasar luar negeri suka kopi robusta Bengkulu karena rasanya kuat,” ujar Riko saat ditemui di kedainya, Minggu (14/9/2026).
Digitalisasi Dorong UMKM Naik Kelas, Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat,
mencatat, hingga Agustus 2026 sudah 217 UMKM di Bengkulu yang onboarding ke QRIS dan marketplace.
“Sinergi BI dengan media penting untuk mengedukasi. UMKM harus paham standar ekspor, sertifikasi, dan pemasaran digital agar bisa naik kelas,” jelas Dirud Bank BI Bengkulu.
Dukungan ini sejalan dengan tema Pelatihan Wartawan Ekonomi 2026: mengangkat potensi ekonomi daerah agar dikenal lebih luas.
Tantangan Menuju Pasar Global
Meski optimis, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan: keterbatasan modal, akses logistik, dan sertifikasi halal serta BPOM.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BI tengah menyiapkan inkubasi bisnis dan fasilitasi ekspor untuk 50 UMKM unggulan tahun ini.
Ketua Asosiasi UMKM Bengkulu, Dewi Lestari, berharap media terus mengawal.
“Kalau media gencar memberitakan, investor dan buyer luar akan lebih percaya sama produk Bengkulu,” katanya.
Dengan kualitas kopi, rempah, dan kerajinan khas Bengkulu, peluang UMKM untuk naik kelas terbuka lebar. Kuncinya: kolaborasi, literasi digital, dan promosi berkelanjutan.
Reporter: Tim aktualclick.com
Editor: RINA JUNIATI,S.I.Kom










